SaGuSaBu dan SaSiSaBu MediaGuru Indonesia.
Gaung literasi yang dicanangkan pemerintah disambut hangat oleh banyak pihak. Salah satu di antaranya adalah MediaGuru Indonesia yang menjembatani impian ribuan guru dan siswa di seluruh Indonesia agar bisa memiliki karya, sebuah buku.
Produknya adalah Satu Guru Satu Buku (SaGuSaBu), Satu Siswa Satu Buku (SaSiSaBu), Satu Kepala Sekolah Satu Buku (SaKaSaBu), Satu Mahasiswa Satu Buku (SaMaSaBu), Satu Polisi Satu Buku (SaPolSaBu). Digawangi oleh CEO MGI Moh. Ihsan, Pemred Eko Prasetyo, dan Editor Senior Istiqomah Al Maky, MediaGuru Indonesia berhasil melahirkan ribuan Guru Penulis di seluruh Indonesia.
Banyak guru akhirnya bisa menerbitkan buku karyanya sendiri. Impian yang jadi nyata. Ternyata slogan Satu Guru Satu Buku tidak terbukti benar, karena akhirnya banyak guru bisa menulis dan menerbitkan banyak buku. Luar biasa. Bahkan seorang guru PAUD asal Ungaran, Sulastri, di tengah kesibukkanya sebagai guru PAUD, guru tari dan mahasiswa S2 Upgris, berhasil menulis dan menerbitkan sekitar 15 buku dalam kurun waktu 2 tahun (2018-2020).
Lewat media blog Gurusiana, dengan jargon Leck Murman yang terkenal: "Sudahkah Anda menulis di Gurusiana hari ini?", berhasil pula menelurkan banyak tulisan kreatif. Ada banyak pilihan fitur yang bisa digunakan di blog Gurusiana. Antara lain: reportase, kolom, parenting, PTK, dan yang terbaru adalah fitur puisi dan pantun. Peningkatan signifikan tulisan guru di blog Gurusiana di FB adalah berkat ide-ide cemerlang sang CEO, Moh. Ihsan. Beliau membuat "Tantangan Menulis Gurusiana". Awalnya hanya 30 hari dengan reward berupa e-sertifikat biru. Tantangan itu berhasil ditaklukkan ratusan guru. Kemudian dilanjutkan dengan tantangan menulis 60 hari dengan reward piagam perak. 90 hari dengan reward piagam emas. Applaus yang meriah menyambut teman-teman gurusianer (sebutan khas penulis Gurusiana), yang berhasil menakklukkan tantangan 90 hari menulis itu. Tentu saja, karena menulis dalam kurun waktu sekitar 3 bulan itu, mereka berjibaku dengan aneka kesibukan bekerja, mengajar, berperan suami/istri, bahkan sebagai nara sumber di beberapa acara. Kendala yang utama adalah kuota, sinyal dan gawai. Belum lagi kendala rasa malas, kantuk dan lelah yang mendera. Terlebih jika sudah menjelang tenggat waktu deadline, sekitar pukul 00.00, maka adrenalin jadi terpacu kencang. Buru-buru menyiapkan tulisan terbaik, mengunggahnya di gurusiana, lalu membagikannya di FB juga sosial media lainnya, seperti WAG dan IG. Namun semua kendala itu berhasil ditaklukkan. Two thumbs for them all. Tantangan menulis berlanjut hingga 365 hari menulis di Gurusiana. Wow.
Jangan dikira mudah mengikuti tantangan itu. Banyak yang tumbang dan terpaksa remedi di hari ke-28, 50, 65, 78 bahkan di hari ke-89. Mereka tidak patah arang. Kembali lagi ke tantangan awal, menulis tantangan 365 hari di hari ke-1. Luar biasa virus menulis yang ditularkan MediaGuru.
Sudah mendarah daging. Ratusan buku antologi terkait pembelajaran di rumah selama Pandemi Covid -19, berhasil diterbitkan.
MediaGuru tidak terhenti sampai di sini. Ada banyak acara webinar yang diselenggarakan. Merangkul banyak platform besar semacam Indosat, MGI berhasil meluncurkan produk Gurusiana Premium. Memgadakan webinar untuk membantu guru yang memiliki KTI/PTK mengubahnya menjadi buku. Menampilkan banyak nara sumber baru, yakni para gurusianer untuk berbagi ilmu yang dimilikinya.
Bahkan kemarin, Rabu, 20 Mei 2020, berhasil mengadakan webinar wilayah Jawa, merangkul Nuadu memunculkan satu layanan aplikasi pembelajaran yang terpadu dan cukup mudah digunakan oleh Dinas Pendidikan, pengawas, KS, guru dan siswa. Nuadu juga sudah bisa didapatkan lewat layanan SIPlah masing-masing sekolah.
Fitur-fitur Nuadu cukup membantu. Di antaranya, materi pembelajaran, link ke beberapa video youtube dan blog untuk mendukung PBM, mengunggah soal-soal ujian, dan memantau hasil kerja siswa secara up to date. Pengawas dan Kepala Sekolah pun bisa memantau hasil kinerja guru dengan mudah, menggunakan akun Pengawas atau KS.
Semoga ke depannya, akan banyak lagi anak-anak muda Indonesia yang berhasil memunculkan aplikasi-aplikasi pembelajaran daring yang mudah, murah dan bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Amin.
Ungaran, 21 Mei 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Luka di Sini
Patah hati terperih adalah saat kau abaikan segala rasaku. Luruh. Kau dekat namun tak lagi bisa kugapai. Diam dalam sinyal cinta yang ...
-
PULUNG cerita cekak https://drive.google.com/file/d/1dBviUusdkQzAUq8YmfDgB9FhshrVB5HB/view?usp=sharing
-
Hello, My Lovely Students. How are you today? I hope you are always in a good condition. Aamiin. Tod...
-
The BEST, the BEST, the BEST, yess! Slogan yang membakar semangat siswa dan guru SDN Karangjati 02 setiap pagi. The BEST adalah akronim da...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar