Saat cerita lucuku tak lagi membuatmu tertawa, bahkan tersenyum. Di situ aku merasa sangat terluka.
Aku tak tahu sejak kapan komunikasi di antara kita jadi mandheg.
Apa-apa kau sambut dengan nada tinggi, menghakimi, tak ada lagi empati.
Kau bilang aku yang salah. Aku yang harusnya berubah. Akukah?
Sejurus aku terhenti. Terdiam. Tak lagi punya ruang untuk berekspresi.
Mataku memburam. Basah. Pun di hatiku. Tak tahu lagi musti bagaimana.
Rupanya, aku tak lagi layak bicara.
Maka, diam adalah pilihanku.
Ungaran, 19 Agustus 2023
Tidak ada komentar:
Posting Komentar