Sabtu, 07 Desember 2024

Lisan

Tak perlu jadi hebat lalu membabi buta menghakimi kesilapan orang lain. Tak perlu jadi pahlawan kesiangan yang meneriakkan keadilan, jika kau pun sama sepertinya, tak mampu menahan kejamnya lisan. Ucapkanlah doa jika kau merasa tersakiti. Ghafarrallahu laka (semoga Allah mengampunimu). Ini lebih baik daripada kau cari masalah dengannya. Tak perlu jadi sok berkuasa yang menyatakan bahwa dia layak menerima caci maki kita. Betapa sombongnya. Lupakahkau siapa dirimu di mata Allah? Tak lebih dari seorang hamba sahaya. Lalu mengapa kau bisa menghakimi sesama sedemikian kejamnya? Tak perlu ikut-ikutan trend lalu memviralkan segala sesuatu. Itu bukan wewenang kita. Itu hak prerogatif Allah. Sebab sepanjang hamba memaafkan kekhilafan sesamanya, Allah akan membuka lebar-lebar pintu taubat-Nya. Lalu, sudahkah kau gantian meminta maaf pada dia yang kau caci? Ungaran, 8 Desember 2024. Maaf jika kuakhiri saja persahabatan kita karena aku sangat tak suka lisan tajammu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Luka di Sini

Patah hati terperih adalah saat kau abaikan segala rasaku. Luruh. Kau dekat namun tak lagi bisa kugapai. Diam dalam sinyal cinta yang ...